Tersesat di tengah kabut malam
Terjebak di suasana kelam
Melihat Angin berlalu lalang
Menusuk dada terduduk diam
Angin lalu membawa salam
Membawa cerita membawa kenangan
Kini sudah tercoret hitam
Tangan berpangku tubuh terbenam

Terpaan air membawa datang memori yang hilang
Tenggelam dalam keriangan
Suara riuh bersahut-sahutan
Sang gelap berbisik pelan
Membawa turun semua godaan
Ku terbawa dalam nyanyian
Ku percaya pada seorang teman
Tak kutolak aku tak segan
Semua mimpi kuhabiskan
Tak tersisa
Semua kumakan
Tak ada yang mampu menghadang
Hasratku tak tertahankan
Membawa diri dalam pangkuan riang

Wahai bulan! Wahai bintang!
Bawa diriku terbang!
Menggapai langit dan semua keindahan
Biarkan aku menyentuh langit
Merasakan keindahan
Kudayung perahu ke surga
Aku ingin mendapatkan semua
Semua ku punya
Hati ini sedih tertawa
Tak karuan apa maunya
Kulihat jalan jauh di sana
Aku sadar, takdirku telah sirna

Semua hilang entah kemana
Angin bertiup menghapus semua
Semua hanya sementara
Kehidupan ini berakhir sudah

Aku sadar aku terbungkuk
Aku terjatuh
Remuk
Tiada bentuk
Perlahan kulalui
Hari-hari tiada henti
Kini kusesali
Kudapati diriku sendiri

Teman
Mengapa aku engkau tinggalkan!?
Tak cukupkah semua perbuatan?!
Mengapa semua engkau lakukan?!
Kau tiup alunan kebodohan
Kau bisikkan semua kedustaan
Kau nyanyikan melodi dunia
Lalu mengapa tak kau pertanggungjawabankan?!
Tak berguna menantang
Tiada tolong tiada ampunan
Biarlah aku seorang
Menanggung beban sendirian
Adakah kesempatan untukku wahai Tuhan?